SEDERHANA TAPI TERASA
          Hendak bingung akan mengetikkan apa di laman ini, sebab saya tak pandai merangkai kata menjadi manarik seperti orang yang sedang saya kagumi di seberang sana. Yang bisa membuat kata demi kata menjadi kalimat menarik untuk dibaca. Baiklah saya khilaf, tak bermaksud membahas dia sih.
          Beberapa waktu lalu, saya mengunjungi adik adik saya yang sudah hampir setahun tak saya kunjungi. Oiya, saya berkunjung ga sendiri kok ada adek saya Owen satu lagi Sony si cantik manis dari parluasan Hahahah, kidding ya Son.
Mungkin sebagian dari mereka sudah melupakan saya.
           Wajar satu tahun bukan waktu yang singkat untuk melupakan. Untung saja ada satu adik yang masih mengenali dan terus lari sambil berteriak “Elizabeth”. Mungkin saja dia ingat karena memiliki nama yang sama dengan saya “elizabeth”.
            Ga lama kemudian elizabeth dan adik adik lainnya berkerumun untuk membawa kami ke suster kepala, mereka menyebutnya “ suster Oppung” mungkin karena suster kepala lah yang paling tua disana.
Setelah berbincang dengan suster kepala, dengan senang hati mengizinkan kami untuk bermain dengan mereka.


        Sempat melupakan hendak bermain apa dengan mereka, karena sanking asyiknya mendengar cerita mereka, hingga akhirnya kami menemukan permainan apa yang akan dimainkan terlebih dahulu permainan “karet” tapi sayang tak bertahan lama, membosannkan kata kelompok yang kalah.Kemudian, beralih menjadi permainan bisik berantai .“ kelompok yang menang akan mendapat hadiah” teriak Sony sambil melambai lambaikan plastik putih berisi snack yang kami beli di minimarket tadi siang.
Belum lama bermain, seorang penjaga menghampiri kami “kak, bisa dipercepat? Orang adek ini akan mengadakan acara ke sibolga” ucap pria itu segan.

“engga kok bang, ini tinggal bagi snack” jawabku, sedikit bingung bagaimana cara mengakhiri permainan ini dengan mereka.
       Setelah membagikan rata snack nya, kami berniat menjumpai suster kepala untuk permisi pulang sembari menitipkan sisa snack untuk adik adik yang belum kebagian. Sesampainya didalam suster kepala malah meminta kami masuk keruang makan dan ikut bergabung makan siang dengan mereka.
Segan menolak ajakan suster, tapi tak enak hati juga jika ikut makan siang takut mengurangi porsi makan mereka. “kami tidak usah ikut makan siang suster tapi kami ikut duduk saja” ucapku dan sony saat suster mengantarkan kami keruang makan.
         “kubuatkan nasi kakak ya, ‘’ ucap Florensia
          “ga usah dek, kami tadi udah makan waktu mau kesini sama kak sony” kataku berbohong untuk menolak halus ajakan mereka.
          Merasa malu pada diri sendiri, melihat kemandirian mereka. Tanpa orang tua, tersayat keadaan ekonomi, korban broken-home. Tapi mereka masih bisa tertawa, melucu untuk saling menghibur. Karena mungkin bagi mereka “kita ga boleh terlalu larut dalam kesedihan’’
           “Sebab Tuhan, Dia sendiri akan berjalan didepanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau,dia tidak akan membiarkan engkaudan tidak akan meninggalkan engkau, janganlah takut dan janganlah patah hati.”
  ULANGAN 31:8

Komentar